Lingkungan

Kesiapsiagaan Bencana Papua Diperkuat melalui Pembentukan Forum Kolaborasi untuk Melindungi Masyarakat di Wilayah Rawan

JAYAPURA — Penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi perhatian di Provinsi Papua melalui pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Forum tersebut dibentuk sebagai ruang kerja sama berbagai unsur masyarakat dan institusi untuk meningkatkan kemampuan pencegahan, mitigasi, serta respons terhadap potensi bencana.

Pembentukan forum yang dilaksanakan di Jayapura pada Kamis, 8 Oktober 2026, diberitakan ANTARA pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Yohanes Walilo menjelaskan bahwa karakter geografis Papua menghadirkan tantangan tersendiri dalam penanggulangan bencana.

Wilayah pegunungan, pesisir, serta kepulauan memiliki jenis ancaman yang berbeda sehingga memerlukan perencanaan penanganan yang sesuai.

Bencana seperti banjir, tanah longsor, abrasi, gempa bumi, tsunami, dan gangguan hidrometeorologi menjadi risiko yang perlu terus diantisipasi.

Melalui FPRB, koordinasi penanggulangan bencana diharapkan dapat dilakukan lebih awal sebelum terjadi keadaan darurat.

Forum tersebut dirancang melibatkan instansi pemerintahan, akademisi, masyarakat, dunia usaha, media, serta unsur sosial lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Papua Robert LN Aw menyampaikan bahwa forum ini menjadi bagian dari pelaksanaan ketentuan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Keterlibatan berbagai unsur diharapkan mempercepat pertukaran informasi mengenai potensi ancaman dan kebutuhan penanganan di daerah.

Selain mendukung koordinasi, forum juga memiliki peran dalam memperkuat penyebaran informasi yang benar kepada masyarakat.

Langkah tersebut penting karena keterlambatan informasi dan terbatasnya koordinasi dapat memperbesar risiko ketika bencana terjadi.

Ke depan, efektivitas FPRB perlu dibuktikan melalui kegiatan nyata, seperti pemetaan risiko, peningkatan kemampuan relawan, edukasi masyarakat, dan latihan kesiapsiagaan.

Dengan penguatan pencegahan serta kerja sama lintas sektor, upaya melindungi masyarakat Papua dari dampak bencana diharapkan menjadi semakin terencana dan responsif.